Blog Cendekia

Cara Mendidik Anak dengan Cinta yang Tulus

Mempunyai seorang buah hati merupakan salah satu pelengkap dalam menyemarakan keluarga yang hakiki. Kehadiran anak diharapkan membuat para suami istri semakin meningkatkan pribadi mereka menjadi lebih baik lagi. Dalam pernikahan pun diatur bahwa usia menikah seseorang harus diatas 25 tahun sehingga bisa menghadapi rentetan permasalahan rumah tangga termasuk dalam mengurus anak kita.

Anak yang masih polos harus kita didik dengan baik sehingga bisa menghasilkan anak yang berbakti kepada orang tua, masyarakat, bangsa dan Tuhan. Banyak pasangan suami istri yang memiliki anak tetapi dikarenakan sedang trengginasnya dalam bekerja sampai menyewa baby sister untuk menjaga anaknya sehari-hari.

Saat pulang sudah larut malam sehingga anak sudah tidak mengenalnya bertahun-tahun dan wajar bila anak memanggil orang tuanya om atau tante. Anak harus selalu kita jaga baik sang ayah maupun sang ibu dikarenakan porsi cinta keduanya akan full berbanding jauh dengan baby sister yang bukan keluarganya sehingga dalam merawat bukan dengan cinta tetapi merawat dikarenakan dibayar. Berikut ini ada beberapa contoh cara mendidik anak dengan cinta yang tulus sehingga melahirkan anak yang hebat.

1. Berikan perhatian yang tulus

Anak membutuhkan perhatian yang tulus dari kedua orang tuanya misal anak menangis maka dia memerlukan bantuan dalam hal lapar atau mau buang air kecil. Berikan perhatian dengan bercengkerama setiap hari, selalu menanyakan pekerjaan rumah disekolah, menanyakan ada teman baru atau tidak, menanyakan pengalaman saat disekolah sehingga anak menjadi lebih baik karena curhat.

Kita harus bisa mendengarkan dengan baik saat anak sedang bercerita, dengarkan lalu berikan tanggapan saja jangan berdebat dengan anak. Poin pertama dalam cara mendidik anak dengan cinta yang tulus adalah memberikan perhatian dan mendengarkan dengan tulus.

Artikel Terkait :  Sarana Belajar Dan Rincian Biaya Pendidikan TK Anak Cendekia Terbaru

2. Mengertilah keinginannya

Jarang orang tau pahami bahwa setiap anak diciptakan berbeda dengan yang lain sehingga kita harus mengerti keinginan setiap anak. Anak yang bawel memerlukan pendengaran yang tulus, anak pendiam memerlukan teman untuk berbicara. Bila anak mengambek tetapi kita malah menghardiknya maka kita belum sedikit mengerti keinginan anak tersebut.

Tanya keinginannya dan kabulkan dengan mencantolkan berbagai syarat seperti bila anak ingin mobil-mobilan, sang anak harus berupaya meraih hasil maksimal saat di kelas minimal masuk 5 besar peringkat sekolah. Bila anak menginginkan sesuatu kabulkanlah dan beri syarat. Poin kedua cara mendidik anak dengan cinta yaitu mengerti keinginannya.

3. Bersikaplah layaknya teman kepada anak

Mungkin banyak yang mengeluhkan anaknya yang nakal, urakan suka memberontak dikarenakan hubungan orang tua dengan anak yang renggang. Ibarat kata anak dan orang tua ibarat susi dan teriyaki berbeda jauh sehingga sulit untuk bersatu.

Bersikaplah menjadi dewasa tetapi paling baik adalah bersikap layaknya teman sehingga anak merasa dekat dengan anda. Anda bisa membaca komik bersama, menonton siaran televisi kesukaan bersama, makan satu piring berdua dengan anak, main game bersama sehingga hubungan semakin baik.

Dengan hubungan yang baik maka anak akan menuruti segala perintah orang tuanya yang baik dengan cepat. Saat anak anda sedang sedih anda sebagai teman harus berempati sehingga anak bisa curhat lebih jauh lalu anda memberi solusi secara bijaksana. Pilihlah lokasi bermain dan belajar anak yang lingkungannya baik sehingga menyebarkan virus kebaikan pada anak anda. Poin terakhir cara mendidik anak dengan cinta adalah bersikap layaknya teman